1. Penanganan
apa yang harus kita lakukan untuk komplikasi akibat infeksi virus zika?
Pengobatan virus Zika difokuskan kepada upaya mengurangi gejala yang
dirasakan oleh pasien karena vaksin serta obat-obatan penyembuh penyakit
ini belum ditemukan. Pengobatan terhadap gejala yang dialami dapat
berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit
untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup.
Penggunaan aspirin dan obat anti peradangan nonsteroid lainnya tidak
direkomendasikan sebelum kemungkinan pasien terkena dengue dapat
dihilangkan.
Bagi pasien yang telah terinfeksi virus Zika
diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini
karena virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah penderita
dapat menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamu.
2. Bagaimana
cara pencegahan virus zika dan apa saja anjuran bagi wanita hamil?
Ada beberapa cara untuk mencegah virus ini yakni : – Melakukan PSN atau
pemberantasan sarang nyamuk – Gunakan jaring penangkal nyamuk di jendela
dan gunakan pembasmi nyamuk – Mengubur barang bekas yang tak terpakai
Bagi Indonesia sendiri ini merupakan dimana kita harus waspada karena
Indonesia merupakan kawasan tropis dan itu sangat disukai oleh nyamuk
dan nyamuk aedes aegepty cukup banyak di Indonesia, oleh sebab itu ini
merupakan tugas bagi pemerintah untuk mensosialisasikan bahaya dan
dampak virus zika bagi masyarakat. (*)
Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang
bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah
pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit
virus Zika, antara lain:
- Memastikan tempat yang Anda tinggali
memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan
jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
- Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
- Gunakan baju dan celana berlengan panjang
- Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency
(EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi
yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang,
area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
- Bayi
yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan
penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi
dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
- Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.
- Perhatikan
area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan
penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami
iritasi, area mata, mulut, dan tangan.
- Pilihlah perawatan,
pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan
dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi
penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan
produk ini pada kulit.
- Pelajari juga informasi mengenai daerah
yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar
ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang
terjangkit virus Zika.
- Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.
Referensi :
https://www.jurnalasia.com/opini/waspada-zika/
https://www.jurnalasia.com/opini/waspada-zika/ http://www.alodokter.com/virus-zika
3. Hal
apa yang harus dilakukan untuk menghindari penularan virus zika dari warga
Singapura yang wilayahnya terinfeksi virus zika?
a. Mengurangi jumlah kunjungan ke Singapura.
b. Pemantauan penumpang dari Singapura (di pelabuhan, bandara, dll.)
c. Mematuhi peringatan KEMENKES dan pemerintah.
d. Mematuhi
Travel Advisory yang ada.
Anjuran pemerintah yang tercantum pada travel advisory tersebut adalah :
1. Warga Negara Indonesia yang berkunjung ke daerah yang saat ini sedang mengalami penyebaran virus zika,
dianjurkan untuk menghindari diri dari gigitan nyamuk dengan cara
mengenakan pakaian yang menutup lengan dan tungkai, menggunakan obat
oles anti nyamuk, dan tidur menggunakan kelambu atau tidur dalam kamar
dengan jendela dan ventilasi memakai kassa anti nyamuk. Selain itu
dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila jatuh sakit.
2. Bagi wanita hamil dianjurkan untuk tidak berkunjung ke daerah-daerah yang diketahui sedang mengalami penyebaran virus zika.
Jika terpaksa harus melakukan perjalanan ke daerah, hendaknya melakukan
tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk secara ketat. Sedangkan bagi
wanita yang merencanakan kehamilan sebaiknya menunda selama delapan
minggu pasca kepulangan dari daerah tersebut.
3. Bagi siapa saja yang baru kembali dari daerah yang diketahui telah terjadi penyebaran virus zika
diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dalam 14 hari setelah
tiba di Indonesia dan segera memeriksakan diri ke dokter apabila
mengalami keluhan atau gejala demam, ruam kulit, nyeri sendi dan otot,
sakit kepala dan mata merah. Kepada dokter pemeriksa, pelaku perjalanan
hendaknya menjelaskan riwayat perjalanannya dari daerah yang diketahui
telah terjadi penyebaran virus zika.
4. Di wilayah pelabuhan (laut/ udara/ darat) yang mempunyai akses
dengan Negara terjangkit, upaya pengendalian Vektor dilakukan dengan
Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Referensi :
http://nasional.kompas.com/read/2016/09/02/06270111/virus.zika.mewabah.ini.isi.travel.advisory.ke.singapura
4. Wilayah
Indonesia bagian mana yang berpotensi besar terserang virus zika?
- Jakarta, Bali, Medan sebagai tempat wisata.
- Batam dan Kepulauan Riau sebagai pintu masuk atau akses terdekat bagi warga Singapura untuk masuk ke Indonesia.
- KBRI Singapura menyampaikan bahwa daerah Aljunied Crescent/Sims Drive
telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura sebagai area
terdampak
zika, menurut keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Sementara itu, daerah-daerah yang ditentukan sebagai area yang berpotensi terpapar
zika, antara lain
Khatib Camp, Sembawang Drive, Kranji Road, Joo Chiat Place, Senoko
South Road, Toh Guan East Lor 101, Changi serta Bedok North Avenue.
Jadi warga Indonesia juga harus sebisa mungkin menghindari wilayah-wilayah Singapura yang terinfeksi virus zika dan wilayah-wilayah yang mungkin berpotensi terserang pula.
5. Apa
yang dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mencegah penularan virus zika
yang pernah ada di Jambi? Hal apa yang dapat kita tiru atau implementasikan
jika terdapat penyebaran virus zika kembali di wilayah Indonesia?
Di Indonesia sendiri virus Zika sudah pernah terdeteksi yaitu pada
seorang warga Jambi. Hal ini disampaikan oleh Menkes Nila F Moeloek.
Nila juga mengatakan sudah memeriksa ratusan orang tapi tidak ada yang
tertular virus Zika. Tentu saja pemerintah tidak bisa menjadikan
pemeriksaan terhadap ratusan orang tersebut sebagai pijakan bahwa virus
Zika tidak akan merebak di Indonesia.
Pertama, sampel yang dites virus Zika itu bisa saja penduduk yang
tidak sering bepergian ke luar negeri, terutama ke negara-negara dengan
kasus virus Zika yang besar.
Kedua, jika tidak diantisipasi, apalagi
ada mobilitas warta Singapura ke Indonesia dan sebaliknya, bisa jadi
bumerang di kemudian hari karena selain melalui gigitan nyamuk virus ini
juga menular melalui hubungan seksual yang tidak aman yaitu tidak
memakai kondom.
Ketiga, ada kemungkinan ‘nasib’ pengidap virus Zika akan sama dengan
pengidap HIV/AIDS karena ada kesamaan cara penularan. Pada kasus
HIV/AIDS penularan melalui hubungan seksual selalu dikaitkan dengan
pelacuran, zina, perselingkuhan, dll., walaupun hal ini tidak benar.
Maka, amatlah beralasan kalau kemudian pemerintah menjalankan program
pencegahan di hulu yaitu menerapkan seks aman pada praktek pelacuran
yang melibatkan warga Singapura di Riau dan Kepuluan Riau.
Cewek-cewek dari Indonesia pun ada yang ‘bekerja’ sebagai pekerja
seks komersial (PSK) di Singapura secara gelap. Tentu saja pembelakan
kepada tenaga kerja Indonesia (TKI), terutama tenaga kerja wanita (TKW)
yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Singapura agar
mereka melindungi diri agar tidak tertular virus Zika.
Yang dikhawatirkan pemerintah akan memakai budaya, moral dan agama
sebagai ‘benteng’ mencegah penyebaran virus Zika seperti halnya terhadap
HIV/AIDS. “Bangsa kita berbudaya, bermoral tinggi, dan agamis.”
Jargon-jargon itulah dahulu yang dikumandangkan oleh banyak kalangan,
termasuk pejabat setingkat menteri, untuk menampik kemungkinan HIV/AIDS
merebak di Indonesia. Soalnya, semua bangsa dan negara di muka bumi ini
mempunyai budaya, moral dan keyakinan.
6. Apa
dampak virus zika terhadap hubungan antara Indonesia dan Singapura?
Merebaknya virus zika di beberapa negara Asia Tenggara langsung
direspons serius oleh unit-unit kesehatan di pelabuhan-pelabuhan umum
dan penyeberangan di Batam serta bandara internasional utama Indonesia.
Bahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuturkan, ada ketentuan
khusus yang diterapkan untuk pesawat-pesawat yang berasal dari Malaysia
dan Singapura.
"Semua pesawat diwajibkan untuk disinfeksi sebelum berangkat," ujar
Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional dan
Komunikasi Publik Dewa Made Sastrawan dalam keterangan resmi, Jakarta,
Selasa (6/9/2016).
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan No
HK.03.05/VI.I/D/1004/2011, pelaksanan disinfeksi pesawat setelah membawa
penumpang berupa penyemprotan cairan disinfektan di dalam pesawat
selama 10 menit.
Tujuan dari disinfeksi pesawat adalah mencegah penyebaran penyakit
dan virus yang terbawa oleh pesawat dari negara atau daerah yang
terjangkit.
Apabila ada interior pesawat yang terkontaminasi oleh cairan tubuh
penumpang yang sakit, seperti muntahan, dibersihkan dengan bahan yang
mampu menyerap air dan kemudian diberi cairan disinfektan.
Namun, lantaran disinfektan tidak dapat digunakan terhadap benda yang
permukaannya berpori, seperti sarung kursi atau karpet, maka benda yang
terkontaminasi harus dilepaskan, dimasukkan ke kantong plastik yang
disegel, kemudian dicuci sesuai instruksi.
Selain disinfeksi pesawat, para awak pesawat juga
diwajibkan melaporkan penumpang atau awak yang dicurigai mengalami
gangguan kesehatan saat pesawat mengudara kepada menara pengawas bandara
tujuan di Indonesia.
Untuk di bandara, unit-unit kesehatan sudah memasang perlengkapan pendeteksi suhu badan (mass thermal scanner) untuk mencegah dan meminimalkan dampak dan penyebaran virus zika.
"Alat itu untuk memonitor suhu badan para penumpang dari Singapura
dan Malaysia dengan batas toleransi berbadan sehat dengan suhu badan
paling tinggi 38 derajat celsius," kata Made.
Ketentuan itu tidak hanya berlaku di bandara internasional. Kemenhub
juga menerapkan standar yang sama di pelabuhan terusan di pelabuhan
Batam yang letaknya berdekatan dengan Singapura.